Polresta Pariaman menyita 3.241 Miras

Oleh Eka Tizar

BRM, Polresta Pariaman berhasil mengungkap dua gudang pusat persembunyian ribuan botol miras di kecamatan Pariaman tengah.  Dari dua gudang tersebut, ditemukan 3.241 botol minuman keras berbagai merek dan sebagian dicurigai miras dengan merek palsu.

Dua gudang penyimpanan miras, menurut Kapolresta Pariaman, AKBP Wahyu Handoko, berada di jalan Syeh Burhanuddin dan pauh.  Minuman keras berbagai merek yang diamankan sebagian diantaranya dicurigai sebagai minuman palsu.  Terbukti sebagian botol minuman tidak terdapat kode produksi dan label merk hanya tempelan serta menggunakan botol minuman daur ulang.

Dicurigai minuman ini diproduksi secara local dan pihak kepolisian akan mengusut untuk membuktikan dugaan ini.  Dua tersangka pemilik ribuan botol minuman keras ini diamankan dan dikenai wajib lapor. 

Tidak adanya undang-undang yang mengatur pidana minuman keras, membuat aparat tidak dapat memberi sangsi hukum kepada  kedua pemilik minuman keras. Untuk sementara aparat hanya dapat mengacu pada peraturan pemerintah kota Parimanan nomor 03  tahun 2006 tentang penindakan penyakit masyarakat.

Mengacu pada perda, dua tersangka yang mengaku mendapat pasokan barang dari Padang dan Pekanbaru, akan dikenai sangsi 2 bulan kurungan atau denda maksimal 5 juta rupiah.

Dua rumah rusak berat dihantam longsor

Oleh Risnaldi

Dua rumah milik warga dusun rajo agam kanagarian Baruang-Baruang Balantai kecamatan Koto Sebelas Tarusan, kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat,  rusak berat dihantam longsor.

Musibah ini tidak menelan korban jiwa, karena penghuni rumah tersebut dapat menyelamatkan diri dari timbunan lumpur.

Musibah ini terjadi ketika lima orang anaknya sedang berada di dalam rumah, saat musibah terjadi salah seorang anaknya nyaris menjadi korban ketika berusaha menyelamatkan barang-barang dari timbunan lumpur dan batu.

Janda beranak delapan ini mengaku, tidak dapat menbayangkan kelangsungan masa depan anak-anaknya, mengingat satu-satunya rumah peninggalan suaminya telah rusak dihantam longsor. Diperkirakan kerugian yang dialami korban mencapai 30 juta rupiah lebih.

Selain rumah Masni, rumah milik Desmawati juga rusak berat di hantam longsor. Korban bencana longsor ini sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan atas musibah yang melanda mereka.

Kapal Pesiar terbawa gelombang air laut

Oleh Titin Anggraini

Hujan badai serta tingginya gelombang laut di pantai Padang, mengakibatkan sebuah kapal pesiar yang ditambatkan di sungai batang arau terbawa gelombang.

Kapal pesiar milik warga Australia tersebut, hancur dan kerugian diperkirakan mencapai 4 ratus juta rupiah. Gelombang setinggi 4 meter serta hujan badai yang terjadi disekitar kawasan muaro Padang,  mengakibatkan satu kapal pesiar terbawa arus.

Sebelumnya KM Mutiara milik warga Australia ini ditambatkan disungai batang arau dan diikatkan pada besi pagar pembatas serta pohon pinang. Namun akibat angin yang sangat kencang disertai gelombang tinggi ikatan kapal terlepas yang mengakibatkan kapal terbawa gelombang.

Kapal terseret gelombang sekitar 5 ratus meter dari sungai batang arau dengan konsisi terbalik dan hancur. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai 4 ratus juta rupiah. Akibat gelombang tinggi dan badai, sejumlah kapal penumpang dari dan menuju mentawai sejak kemaren tidak beroperasi.  KM Beriloga dari Mentawai menuju Padang, batal berangkat begitu juga denga KM Sumber Usaha Baru. Diperkirakan cuaca buruk masih akan terus terjadi hingga satu minggu kedepan.

 

Berita Ranah Minang telah mendunia

Oleh Redaksi BRM

Sejak beberapa bulan terakhir, berita ranah minang dapat didengar   oleh Perantau Minang   di seluruh dunia dengan mengakses http://www.pronewsfm.com.

Meluasnya informasi TVRI Sumatera Barat, berkat kerjasama dengan ProNews FM, dimana siaran Berita Ranah minang di Relay oleh radio ini setiap jam 16.00 hingga 17.00 wib dan diakses ke Internet oleh  ProNews FM dalam bentuk Audio streaming.

Kerjasama ini baru beberapa bulan berjalan dan  merupakan bukti, bahwa sinergi antara TV dan Radio dapat berjalan, saling menguntungkan dikedua belah pihak.

Kepala LPP TVRI Sumbar, Micco Kasah mengungkapkan, tahun 2009, TVRI akan memperluas siaran dengan menggunakan Video Streaming,  bekerjasama pihak pengelola Provider di Kota Padang dan rencana ini sudah dimasukan dalam Renstra serta Renja TVRI Sumbar tahun 2009.

Disamping itu, mimpi yang sedang dalam proses yaitu, Siaran TVRI Sumbar akan mengudara  menggunakan Satelit.

Dari 19 kabupaten – Kota diSumatera Barat,   11 diantaranya sudah menganggarkan dalam APBD 2009, tinggal 8 Kabupaten – Kota yang belum menganggarkan, karena keterlambatan dalam membahas APBD-nya.  Sedangkan Propinsi Sumbar, sudah menyiapkan  dana sebesar 500 jt dalam APBD Propinsi Sumbar tahun 2009 untuk TVRI dalam penyebarluasan jangkauan siarannya.

Selain menggunakan Satelite, Video Streaming dan Audio Streaming, pihak TVRI juga akan merubah Transmisinya dari  sistim VHF menjadi UHF, agar tidak lagi susah diterima oleh masyarakat.

Selama ini dirumah penduduk, siaran TVRI diterima dengan gambar yang kurang bersih dan berbintik2 serta suaranya seperti suara hujan saja.  Bila  TX – nya sudah dirubah menjadi UHF, maka siaran TVRI akan semakin bersih.

Disisi lain, dalam penyebar luasan informasi secara tertulis, TVRI sudah bekerjasama dengan Harian Umum Singgalang, sudah berjalan 8 tahun.  Kerjasama ini akan ditingkatkan dengan memasukan berbagai kegiatan TVRI  ke harian umum Singgalang dan kegiatan Singgalang juga akan ditayangkan di TVRI. 

Kemajuan TVRI, memang  ditentukan oleh   sinergi berbagai  pihak karena berdasarkan hasil analisa kesehatan organisasi, posisi TVRI Sumbar berada pada posisi Merger dan solusinya yaitu Kerjasama dengan semua pihak sehingga  membantu TVRI dalam menjalankan Visi dan Misi sebagai TV Publik.

Pemanasan Global disikapi Alumni IPB dengan menanam pohon

Oleh Fuad Syarif

Masalah pemanasan global, harus disikapi oleh umat manusia di bumi, tidak terkecuali bangsa   Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki hutan lindung.    

Perubahan cuaca yang tidak menentu dan perbedaan  musim hujan dengan musim kemarau, yang tidak dapat diramalkan, merupakan salah satu dampak dari pemanasan global.

Rusaknya lingkungan seperti hancurnya ekosistim hutan  disebabkan adanya praktek penebangan kayu atau yang dikenal dengan illegal logging,  membuat prihatin anak bangsa di negeri ini, karena setiap hari hutan lindung di Indonesia mengalami penyusutan 1 hingga 2 hektar per-hari, berimbas dengan datangnya  banjir, erosi dan air bah yang merendam pemukiman penduduk di sekitar kawasan hutan atau di hulu sungai.

Menyikapi hal ini, Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor yang ada di Sumatera Barat, berencana   menggelar aksi menanam   pohon  di lahan kritis yang ada di Kabupaten – Kota dimana masing-masing Alumni IPB berdomisili.

Penanaman secara simbolis, akan dilaksanakan di Sendik BRI Pasar Baru Kota Padang, pada tanggal 16 November 2008, bertepatan dengan digelarnya Silaturahim dan Halal bi halal Himpunan Alumni IPB se-Sumatera Barat.  Jenis pohon yang akan ditanam yaitu, mahoni, surian, asam kandis, andalas, meranti, malinjo, gaharu dan tanaman buah.

Menurut Ketua DPD Himppunan Alumni IPB Sumbar, Dr.Alfian Zein, MS, acara Silaturahim dan Halal bi Halal, juga akan diisi dengan Musda DPD HA.IPB, guna menyusun kepengurusan DPD yang baru, dan acara bakti sosial berupa donor darah, melepas alumni yang akan berangkat menunaikan ibadah   Haji ke tanah suci, lomba mewarnai untuk anak-anak SD serta acara keluarga lainnya.

Ditambahkan Alfian Zein, kegiatan ini akan dihadiri tidak kurang 250 alumni IPB atau sekitar 1000 orang, alumni beserta  keluarga.

Dalam silaturahim ini, juga hadir, Ir.Mannas K.Sulaiman mantan Kakanwil Kehutanan Sumbar, Prof.Dr. James Hellyward Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Dr.H.Rahmat Sahni Kepala Balai Diklat Prov.Sumbar, Dr.H.Busharmaidi mantan Kepala Dinas Perindag Sumbar, Ir.Syahrial Syam Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Ir.Hendri Oktavia,MS Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ir.Jhonly,MF Kepala BPDAS Sumbar-Riau, serta Ir. Irfan Pimpinan BRI Sumbar Riau Jambi, Ir.Erizon, MP Kepala Bappeda Kab. Pesisir Selatan serta Alumni lainnya yang berkiprah di Instansi Pemerintahan, Swasta, Wirausaha hingga berprofesi sebagai wartwan yang tersebar di Sumatera Barat.

Dengan adanya Silaturahim Alumni IPB, hendaknya dapat mempererat Ukhuwah sesama Alumni serta mampu menelorkan gagasan atau ide-ide untuk membangun Sumatera Barat.

 

KPU Padang Menetapkan FAUZI BAHAR – MAHYELDI Sebagai WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA Padang Periode 2009 – 2014.

Oleh Titin Anggraini

BRM, Rapat pleno penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Walikota dan Wakil Walikota Padang, di Aula RRI Padang hari Minggu (2/10/2008)  berjalan lancar.  Rapat ini sempat terjadi penolakan oleh masyarakat. 

Dalam rapat ini, KPU Kota Padang menetapkan  Fauzi Bahar dan Mahyeldi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang 2009 – 2014 dengan perolehan suara 156.339 suara atau 51,53 persen dari total suara sah.

Fauzi Bahar dan Mahyeldi Ansyarullah berhasil mengumpulkan suara terbanyak pada pilkada kota Padang  pada tanggal 23 Oktober 2008 dan dinyatakan  menang diseluruh kecamatan.  Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara, pasangan yang diusung PAN dan PKS ini, ditetapkan KPU Kota Padang  sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang periode 2009 – 2014.

 KPU Kota Padang tidak bisa menunda pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan Wakilota dan Wakil Walikota terpilih sesuai keinginan sebagian masrayakat, mengingat penetapan calon Kepala Daerah terpilih sudah dilakukan sesuai tahapan pilkada.

Bila ada masyarakat yang tidak puas atau tidak bisa menerima hasil pilkada, dapat  melapor ke Mahkamah Konstitusi 3 hari setelah hasil penetapan oleh KPU.

Dalam penetapan hasil pemilu Walikota Padang tahun 2008,  4 saksi dari Pasangan Calon tidak hadir dan hanya satu saksi Pasangan Fauzi Bahar – Mahyeldi yang hadir dalam rapat pleno.

 

 

Sistem Ekonomi Islam, Alternatif Bangun Ekonomi Dunia

Oleh Indriani Edison

BRM, Forum Ekonomi Islam dunia ke-5 yang rencananya akan digelar di Jakarta pada bulan Maret 2009, dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah RI untuk memperbaiki system ekonomi bangsa.

 

Diselenggarakannya forum ekonomi Islam dunia ini, otomatis Indonesia menjadi negara yang menjadi perhatian dunia Internasional dan  dapat dimanfaatkan untuk membangun system ekonomi Islam di tanah air.

 

Disamping itu, Negara-negara Timur Tengah mulai melirik Negara di Asia untuk mengembangkan usahanya dan ini merupakan kesempatan yang harus raih.

 

Wakil ketua DPD.RI,  Ir.Irman Gusman saat mengunjungi kota Padang

menyatakan, forum yang akan dihadiri delegasi dari 25 negara ini, merupakan satu peluang besar menarik investor guna  menanamkan modalnya di Indonesia.

 

Selain itu,  system ekonomi Islam merupakan tawaran yang menarik untuk membangun ekonomi dunia, disaat system ekonomi berbasis kapitalis sedang bangkrut.

 

Meski demikian, persiapan Pemerintah Indonesia juga sangat dibutuhkan terutama dalam era desentralisasi ekonomi sekarang ini, mengingat investasi merupakan salah satu alat utama agar dapat menanggulagi kemiskinan bangsa.